Untuk Kamu yang Suka Menunda-nunda…..

Oleh : Keke. S.Psi.,M.Psi. Menunda-nunda memang salah satu kegiatan yang mungkin tidak asing, atau bahkaaann..sudah menjadi habit bagi segelintir orang, atau mungkin kamu salah satunya? Entah kamu adalah penganut aliran, ‘Otakku baru bisa bekerja optimal ketika di waktu mepet’, atau aliran ‘Kalau bisa mengerjakan yang lain, kenapa nggak hal lain aja dulu.’? Sebenarnya, penundaan yang kamu lakukan ini dikarenakan hal tersebut tidak menyenangkan untuk kamu lakukan, bahkan cenderung tidak kamu sukai. Selain itu, kebiasaan menunda-nunda ini juga dapat menjadi sebuah strategi perlindungan diri dimana kamu mungkin merasa ketika hasil yang kamu buat tidak sesuai ekspektasi, kamu dapat menjadikan ‘keterbatasan waktu’ sebagai alasan tidak maksimalnya pekerjaan yang kamu lakukan. Meskipun begitu, apapun alasan yang kamu miliki terhadap penundaan yang kamu lakukan, penundaan tetap memberikan konsekuensi negatif untuk dirimu sendiri, lho. Coba ingat-ingat, kira-kira apa yang kamu rasakan ketika kamu bekerja di bawah tekanan waktu yang mepet? Cemas, stress, lelah, bahkan kecewa ketika ternyata hasil yang kamu buat tidak semaksimal jika kamu mengerjakan dengan tidak terburu-buru. Daripada menyesal dengan hasil yang kamu peroleh karena ‘kerja mepet’, kenapa nggak nyoba mengatasi masalah ini? Nih, ada beberapa tips yang dapat kmau lakukan untuk mengatasinya! 1. SADAR! Yup! Yang harus kamu lakukan pertama kali adalah menyadari KENAPA kamu melakukan penundaan atau perilaku prokrastinasi dan apa keuntungan yang didapatkan dengan melakukan hal tersebut? Menyadari masalah penundaan dan apa yang membuat itu menjadi masalah merupakan kunci untuk mengetahui bagaimana cara menghentikan prokrastinasi. Jane Burka dan Lenora Yuen dalam Psychology Today (1982) mengungkapkan bawha salah satu hal yang dapat mengatasi perilaku prokrastinasi adalah dengan memahami akar di balik sikap prokrastinasi mereka. Dengan mengetahui apa yang membuatmu menunda melakukan sesuatu, kamu dapat lebih mudah untuk menghentikan perilaku tersebut. 2. Teknik Mengelola Waktu: One Piece of the Puzzle Salah satu masalah dari orang-orang yang melakukan penundaan adalah manajemen waktu. Salah satu teknik manajemen waktu yang dapat dilakukan adalah dengan membuat target-target sederhana yang lebih tidak menekan. Teknik ini disebut dengan one piece of the puzzle atau melakukan hal kecil-kecil untuk menciptakan hal besar. Misalnya, kamu mau membuat target harus menyelesaikan bab 1 skripsimu, dibandingkan menuiskan MENGERJAKAN BAB 1, akan lebih baik untuk merinci target dari bab 1, seperti hari 1: latar belakang, hari 2: rumusan masalah dan tujuan. Buat jumlah pekerjaan yang tidak terlalu banyak, karena semakin banyak akan memperbesar kemungkinan untuk melakukan penundaan semakin besar. Ingat, REALISTIS. Jangan menekan dirimu sendiri untuk menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus. Lalu, jangan lupa untuk berikan reward kepada dirimu sendiri karena telah menyelesaikan apa yang kamu lakukan. 3. Motivasi: Cari Alasan Produktif Kenapa Kamu Harus Mengerjakan Itu! Untuk mengatasi prokrastinasi, kamu perlu untuk tetapi termotivasi karena adanya alasan produktif. Alasan-alasan ini yang dapat memacumu untuk tetap produktif dan memiliki perasaan yang positif sehingga kamu tetap dapat mengerjakan hal tersebut tanpa perasaan tertekan. Alasan-alasan tersebut misalnya adalah jika kamu berhasil mengerjakan tugas tersebut, kamu bisa punya waktu untuk mengerjakan hal lainnya yang menyenangkan, atau kamu bisa merasa bangga karena ternyata kamu bisa menyelesaikan tugas dalam tenggat waktu yang cepat. Dengan menyusun motivasi positif, fokusmu dapat lebih tertuju untuk mencapai targetmu. Identifikasi, dan tulis alasan-alasan personal kenapa kamu harus menyelesaikan tugasmu, kemudian monitor progress yang kamu lakukan menggunakan goal-setting chart. Ingat untuk berfokus pada alasanmu dan targetmu, bukan target orang lain. 4. Tetap Termotivasi dengan Menjadi Aktif Perasaan bosan dan frustasi akan membuatmu cenderung untuk melakukan penundaan karena kamu tidak menyukai apa yang kamu kerjakan. Kamu bisa mulai mencari tahu apa yang menarik dari apa yang kamu kerjakan, meskipun tampaknya sangat sulit, seperti kamu dapat berpikir bahwa kamu sedang belajar sesuatu, dana pa yang kamu kerjakan ini pun bisa menjadi topik pembicaraan ketika kamu bertemu orang lain. Jangan lupa untuk selalu menghargai segala progress yang kamu buat, sekecil apapun. Menghargai ini juga dapat berupa kata-kata yang kamu ucapkan kepada dirimu sendiri. Semakin positif kata-kata yang kamu ucapkan, kamu semakin yakin bahwa kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Selain itu, sebisa mungkin kerjakanlah sesuatu di tempat yang memungkinkanmu untuk tidak mengerjakan hal lain selain pekerjaan, seperti di kampus atau sekolah. Jika kamu mengerjakan di kamar, kamu memiliki kemungkinan untuk tidur atau bermain gadget, demikian juga jika kamu bekerja di café bersama teman, maka kemungkinan kamu akan mengobrol bersama temanmu. Yuk, bisa kok untuk lebih produktif tanpa menunda-nunda. Semangat untuk lebih produktif! Sumber: The McGraw Center, “Why do so many people procrastinate and how do you overcome it?”, di dalam Understanding and Overcoming Procrastination (2017)